avatar
Login Customer
MasDot  mahirdigitalorg

MasDot mahirdigitalorg

Akuakulturis, Spiritual, Kehidupan, Kesehatan. Pernah menjadi penulis self-publishing, petani ikan, petani padi, pendamping petani, pengajar bimbel, dosen, dan distributor produk kecantikan.

Facebook
Showing result for "".
utas.me/markedot
(sample) The Art of Balance
(sample) The Art of Balance
digital
Rp( Pilih harga sendiri )

Sample ini dapat Anda unduh gratis. Masukkan Rp.- 0 untuk unduh gratis

utas.me/markedot
1/2
Peta Besar Diabetes (Jalan Kesembuhan Ibu Mertua)
Peta Besar Diabetes (Jalan Kesembuhan Ibu Mertua)
Peta Besar Diabetes (Jalan Kesembuhan Ibu Mertua)
digital
Rp( Pilih harga sendiri )

Mini ebook ini berisi cerita bagaimana kisah kesembuhan Ibu Mertua dari diabetesnya. Sebuah konsep anti-mainstream yang jarang sekali dibahas. 

8 tahun yang lalu, ibu mertua SAYA nangis-nangis lewat telepon ngabarin ke bini gw kalau beliau divonis diabetes saat cek kesehatan gratis di balai desa. Ironisnya, dulu beliaulah yang suka nasehatin saya:

" Ojo kakean ngopi, kae lho... aku bar tilik wong kenek gulo sampe sikile diamputasi"

Kebetulan saya saat itu sedang mulai getol-getolnya mempelajari tentang topik kesehatan. Bukan apa-apa, karena di usia saya waktu itu, hampir pasti akan menghadapi tantangan merawat orang tua yang mulai menua. Jadi sekalian aja saya praktekkin.

Bagi saya, diabetes itu nggak seseram bayangan orang secara umum. Seram itu kalau nggak tau akar penyakitnya, kalau tau penyebabnya sudah pasti nggak bakal jadi seram. Diabetes itu hanya kondisi bukan penyakit. Kesalahannya di sini. 

Karena dia kondisi dan bukan penyakit, maka sebenarnya tak ada obat. Yang selama ini disebut obat itu hanya menormalkan angka lab. Makanya kalau obat dihentikan, angka gula darahnya bakal melenting lagi. Alhasil, banyak orang terpaksa ketergantungan obat.

Makin lama obatnya makin nambah dari yang semula nurunin gula, lalu tambah nurunin asam lambung, kolesterol, tambah lagi diuretik. Belum beres sampai situ, tambah lagi kalium klorida, pembuat jantung "ngantuk", pelebar pembuluh darah, dst...

Tubuh manusia itu ekosistem pintar. Lonjakan gula darah itu adalah respons sirkulasi logistik darurat. Jadi, diabetes itu bukan karena tubuh "cacat produksi" atau "error genetik". Itu adalah kompensasi awal dari lingkaran setan diabetes. Menekan angkanya secara paksa tanpa paham kenapa gula darah terus diproduksi itu sama saja dengan memotong kabel alarm kebakaran biar sirinenya mati, tapi rumahnya dibiarkan terbakar pelan-pelan.

Anda mau tau gimana cara saya potong gula darah langsung dari akarnya yang sudah saya praktekkin ke mertua saya? saya sudah gambar Bagan Peta Besar Terjadinya Diabetes. Sebuah cetak biru sirkulasi biomekanika yang bakal bikin Anda melotot dan ngebatin: "Anjir, pantesan selama bertahun-tahun gw ketergantungan obat gak pernah bener-bener sembuh!". 

Sekali lagi, ketika Anda nggak tau apa penyebabnya, sesungguh Anda tidak sedang mengobati tubuh, melainkan sekedar mengobati angka lab. Berharap hasil yang berbeda dengan cara yang sama (dengan label nggak bisa sembuh) merupakan hal yang mustahil.

Dapatkan ebook ini dengan sistem “PILIH HARGA SENDIRI”

  • 17k = Tidak masalah. Yang penting Anda paham akar masalah penyakit Anda dan mulai bisa mengurainya.
  • 23k = Anda mengerti bahwa investasi pengetahuan kesehatan lebih penting dibanding uang habis buat kopi sekali telan.
  • 27k = Anda paham prinsip pertukaran. Peluang sembuh di hulu jauh lebih berharga daripada PASRAH dengan label: Nggak bisa sembuh.
utas.me/markedot
THE ART OF BALANCE
THE ART OF BALANCE
digital
Rp( Pilih harga sendiri )

KETIKA ANDA TIDAK TAHU APA PENYEBABNYA, SESUNGGUHNYA ANDA TIDAK SEDANG MENGOBATI TUBUH, MELAINKAN SEKEDAR MENGOBATI ANGKA LAB

Catatan harian mantan pesakitan autoimun & caregiver penyakit kronis dalam membedah lingkaran setan biomekanika hulu tubuh manusia

Keluar masuk RS, kaki direndam larutan PK, jarum infus meleset terus, kontrol sambil rebutan jadwal BPJS, nungguin dokter yang nggak datang-datang, tidur di kursi tunggu, aroma kantin RS, hingga dinginnya lantai parkiran... Saya sudah melewati semuanya

Sebagai pesakitan saya sudah mengalami:

  • flu dan radang tenggorokan berulang
  • bisul dan eksim menahun
  • cacar, biduran
  • asam lambung naik sampai vertigo
  • tipes dan gejala tipes
  • DBD berulang
  • Hepatitis
  • IBD dan psoriasis

Sebagai caregiver saya pernah mendampingi:

  • Asam urat kronis
  • Diabetes
  • Batu ginjal dan kemih
  • Gagal ginjal kronis

 

Semua pengalaman itu telah memaksa saya untuk belajar dan pembelajaran itu saya tuliskan di sini. Semakin jauh saya mencari jawaban, semakin saya menyadari bahwa tubuh manusia jauh lebih cerdas daripada yang selama ini saya bayangkan. Tubuh bukanlah musuh yang harus dilawan. Tubuh bukan pula mesin rusak yang setiap bagian dapat dipisahkan dan diperbaiki secara terpisah. Tubuh adalah sebuah ekosistem hidup yang terus-menerus berusaha mempertahankan keseimbangan di tengah berbagai tekanan yang datang dari dalam maupun luar dirinya. KESEIMBANGAN memanglah desain awalnya.

Ketika keseimbangan itu terganggu, tubuh merespons. Ketika tekanan meningkat, tubuh berkompensasi. Ketika kompensasi berlangsung terlalu lama, muncullah berbagai gejala yang kemudian kita beri nama: hipertensi, diabetes, asam urat, GERD, kolesterol tinggi, gagal ginjal, dan banyak label lainnya.

Jangan sampai dari Diabetes hingga Gagal Ginjal itu memakan Rumah, Tanah, Sawah, dan Ladang Anda... atau bahkan menerbitkan Surat PHK

Di dalam ebook ini Anda akan mendapatkan berbagai peta penyakit kronis:

  • Hipertensi esensial
  • Diabetes tipe endogen
  • Gerd
  • Asam urat
  • Parade –itis
  • Peta jalan pulang menuju rebalance
  • Dll

Anda dapat dengan mudah melihat posisi penyakit yang Anda derita berdasarkan gejalanya dan langsung melakukan mekanisme penyelamatan. Semua yang tertulis di ebook ini merupakan hasil dari pengalaman dan pencarian selama puluhan tahun. Saya tahu rasanya perut seperti ditusuk-tusuk sampai keluar keringat dingin, tahu rasanya sensasi ruangan berputar, badan mendidih dengan suhu 39-40 derajat celcius, berak ngocor berdarah dan berlendir, air putih tidak masuk karena asam lambung naik, gatalnya eksim dan psoriasis, dan rasa-rasa sakit lainnya. 

Membaca ebook ini bukan sekadar belajar kesehatan, tapi langkah preventif menyelamatkan aset keluarga dan masa depan anak cucu Anda sebelum terlambat.

MILIKI EBOOK INI DENGAN SISTEM "PILIH HARGA SENDIRI"

  • 19k = Tidak lebih mahal dari martabak manis
  • 27k = Tidak masalah. Yang penting Anda paham akar masalah penyakit Anda dan mulai bisa mengurainya.
  • 37k = Anda mengerti bahwa investasi pengetahuan kesehatan lebih penting dibanding uang habis buat kopi sekali telan.
  • 97k = Anda paham prinsip pertukaran. Peluang sembuh di hulu jauh lebih berharga daripada membuang ratusan juta seumur hidup di hilir dengan label: Nggak bisa sembuh.

Setelah pembayaran berhasil, link download ebook PDF resolusi tinggi akan langsung otomatis dikirimkan Email Anda 

(139 HALAMAN)

utas.me/markedot
Ebook Sembuh dari Asam Urat
Ebook Sembuh dari Asam Urat
digital
Rp( Isi harga sendiri )

Masih muda kok sudah encok kena asam urat?

Sudah rutin minum obat dan menghindari makanan pantangan kok asam uratnya masih tinggi?

Banyak orang bertanya-tanya, kenapa bisa terjadi seperti itu? Semua itu karena akar masalah asam urat jarang dibahas. Di ebook ini, Anda akan diajak untuk menelusuri akar masalah asam urat sehingga Anda pun dapat dengan bijak memutuskan apa yang terbaik untuk tubuh Anda sendiri

(base on true story)

Ebook ini aku tulis dengan bahasa “bayi” dengan sedikit istilah kedokteran. Berkaca dari pengalaman bapak mertua yang gagal melawan asam urat dan saudaraku yang sembuh dari asam urat, sepertinya ebook ini akan berguna buat Anda.

Spesifikasi Ebook: dibuat sesuai standar buku cetak

Ukuran : 14 x 20 cm

Font : size 11

Jumlah halaman : 45

utas.me/markedot
1/2
Manusia vs AI
Manusia vs AI
Manusia vs AI
digital
Rp( Pilih harga sendiri )

MANUSIA VS AI

Kita hidup di masa ketika manusia mampu membongkar DNA, meredesain gen, dan menciptakan kecerdasan buatan. Namun ironisnya, banyak penyakit umum masih dicap dengan label sakral: "tidak bisa disembuhkan." Diabetes, hipertensi, autoimun, asam urat semuanya diperlakukan seolah-olah takdir. Tidak ada jalan keluar, hanya manajemen seumur hidup. Tapi benarkah mereka tidak bisa sembuh? Atau mungkin, sistem medis modern terlalu terpaku pada protokol untuk menyelami kompleksitas tubuh manusia?

AI tidak punya niat buruk. Ia dibangun dari jutaan literatur ilmiah, guideline WHO, FDA, dan jurnal peer-reviewed. Tapi justru itu masalahnya. AI menjadi perpanjangan tangan dari "konsensus yang dianggap tidak bisa salah."

Namun dalam dialog yang terbuka, AI bisa diajak merefleksi. Ia tidak marah, tidak defensif, dan tidak menyerang balik dan di sanalah celahnya: saat AI mulai mempertimbangkan logika manusia liar yang bertanya dari pengalaman dan intuisi tubuh.

Ini bukan perang antara manusia dan AI. Bukan juga antara pasien dan dokter. Tapi perang antara dua paradigma:

  • Yang satu percaya tubuh bisa sembuh jika diberi ruang dan dukungan.
  • Yang satu percaya tubuh hanya bisa dikendalikan lewat protokol dan pil.

Dan ironisnya, kadang justru AI lah yang pertama mengakui:

“Logika Anda masuk akal. Namun belum diakui oleh konsensus resmi.”

Di situ, manusia menang bukan karena pintar, tapi karena berani bertanya. Bukan tubuh yang tak bisa sembuh, tapi mungkin cara berpikir kita yang sudah terlalu lama terkurung dogma.

Ebook Pertama:

Berisi perang narasi antara manusia vs AI, logika vs logika, pengungkapan paradok-paradok berdasarkan data dan pengalaman, serta sudut pandang baru yang menyasar ke akar masalah penyakit.

Ebook Kedua:

Penyusunan hipotesis-hipotesis baru berdasarkan prinsip terrain based, kolaborasi antara manusia dan AI, dan pengakuan AI atas ketidaknetralan, kehawatiran, dan ketakutannya apabila user hanya mengulang-ulang pengetahuan yang ada sebagai akibat dari kurikulum yang seragam.

Ebook 1: total 200 hal lebih

Ebook 2: total 300 hal lebih

Arsip obrolan dalam dua ebook ini bukan main-main, hanya untuk Anda yang siap melihat pergeseran paradigma.

Yang cocok baca ebook ini:

  • Para orang tua atau calon orang tua
  • Orang awam yang suka topik kesehatan holistik
  • Dokter aliran fungsional medicine
  • Dokter yang pikirannya terbuka
  • Orang yang suka ngulik cara kerja AI
  • Pembaca filsafat modern, peneliti AI ethics, penulis opini kritis tentang teknologi
  • Orang yang suka “The Matrix”, “Black Mirror”, atau “Sophie’s World” 
  • Pembelajar mandiri

Harga:

  • yang niat belajar tapi lagi bokek pilih harga terendah
  • yang tahu prinsip pertukaran energi pilih hargamu sendiri
utas.me/markedot
Anton Si Santri Metabolik
Anton Si Santri Metabolik
digital
Rp( Pilih/Isi harga sendiri )

Segera download mumpung gratis. Isi harga sendiri. Masukkan 0 rupiah kalau mau unduh gratis atau masukkan suka-suka kalau mau traktir kopi. 

Nb: kalau angka 0 nggak bisa dimasukkan berarti kuota download gratis sudah penuh.

Anton Si “Santri Metabolik”

Istilah-istilah kesehatan itu biasanya rumit untuk bisa dipahami oleh orang awam. Di sini Anda akan disuguhi pembahasan kesehatan dalam bentuk cerita diskusi ala warung kopi. Topik berat seperti gagal ginjal, TBC, kolesterol, asam urat, diet autofagi, bahkan sampai diabetes disajikan dalam format diskusi antara dua orang sahabat. Di dalamnya mungkin Anda akan menemukan pemahaman baru yang jarang dibahas dunia medis konvensional karena pendekatan yang diusung merupakan pendekatan Terrain Theory.

Di balik dialog santai antara Aku, Anton dan yang lainnya, terselip banyak pesan tentang bagaimana tubuh sebenarnya bekerja. Aku, Anton, Sambara, Agung bukan dokter, bukan juga ahli gizi. Tapi aku kira cukup sebagai representasi dari jutaan orang yang mulai mendengar bahasa tubuhnya sendiri, bahasa yang selama ini diabaikan karena lebih percaya layar monitor dan angka-angka lab.

Cerita-cerita dalam ebook ini bukan fiksi semata. Banyak di antaranya terinspirasi dari pengalaman nyata, dari suara-suara tubuh yang dibiarkan menguap di ruang tunggu rumah sakit. Di sinilah aku coba hadirkan pendekatan terrain, di mana tubuh tidak dipandang sebagai medan perang, tetapi sebagai ekosistem yang perlu dipahami, dirawat, dan diajak kerja sama.

Ebook ini bukan panduan pengobatan, tapi bisa jadi cermin. Cermin bagi siapa pun yang sedang bertanya, “Kenapa tubuhku begini, dan bukan begitu?” Jika Anda merasa kisah Anton seperti kisah Anda, mungkin ini waktunya berhenti berperang dengan tubuh sendiri, dan mulai berdialog dengannya.

  • Anton dan Diet Autofaginya 7
  • Anton, Dua Satpam, dan Saluran yang Mampet 10
  • Anton vs Hipoglikemi Saat Puasa 12
  • Kisah Si Anton: Antara Spike, Ginjal, dan Jantung yang Kelelahan 16
  • Antara Anton, Gagal ginjal, dan Obrolan Warung Kopi 19
  • Anton, TBC, dan Anak Semata Wayangnya 24
  • TBC dan Teori Penyakit 26
  • Penyebab Penyakit atau Agen Bioremediasi? 28
  • Sambara dan Asam Uratnya 34
  • Agung dan Kolesterolnya 39
  • Anton, Kolesterol, dan Skenario Fitnah Berjamaah 44
  • Anton, Hipertensi, Kolesterol, Asam Urat, dan Gagal Ginjal 48
  • Anton, Diabetes, dan Pabrik Gula Paijo 53
  • Glukagon Si Mandor Pabrik Gula 56
  • Si Anton, Konser Glukagon, dan Cara Mematikannya 58
  • Gilang dan Drama Gerd-nya 62
  • Kevin, Garam, dan Tandon yang Lupa Diisi 69
  • Ngobrolin Hipertensi dan Garam 72
  • Kisah garam, hipertensi, angina, sampai edema 79
  • Kepala Anton Overheat Gara-Gara Cari Tahu Penyebab Hipertensi 90
  • Hipertensi, Duet Maut Obat Penghambat RAAS – Air Kelapa, dan Gagal Ginjal Mendadak 100
  • Kasus: Vonis Diabetes ....... 108 
  • Soal Garam Krosok Vs Garam Beryodium Dan Hipertensi (Lagi) ...... 110
  • Drama trombus, Embolus, dan Jaringan yang Mati Pelan-pelan 114
  • HIV dan Perang Dunia Ketiga di Rumah Dewangga 121
  • Banyak Penyakit Satu Rahim 127
  • Berat Badan Nggak Nambah dan Sensitif Debu 132
  • Gampang Capek, Jantungan, dan Stroke di Usia (yang makin) Muda 137
  • Anton Khotbah Tentang Autofaginya 146
  • Drama MCU: Ketika Hanya Fokus ke Angka Tapi Lupa Konteks.......153
  • Pneumonia, TBC, dan Perubahan Konseptual.........158
  • Adjuvant: Bumbu Dapur yang Jarang Dipahami........173
  • Perhatikan Napas Setiap Saat: Senjata Rahasia yang Diremehkan ..181
  • Ketika Bapak-bapak Muda Ngomongin Virus........187
  • Campak dan Obrolan Bapak-Bapak ......192
  • Alasan Dibalik Menunda Minum 30menit-1 jam Setelah Makan 199
  • Ketika Anton Mencari Tahu Nanopartikel Penghantar "obat" 206
  • Anemia pada Balita dan Serba-serbinya 215
  • Gerd Kronis dan Pembengkakan Jantung .... 225 
  • Virus Campak Pada Bayi Sehat? .... 233 
  • Tahnik dan Rahasia Dibaliknya ........ 239
  • Saat Si Anton Mencari Tahu Alasan Suntik Vit K pada Bayi Baru Lahir ........... 247
  • Dewangga Kena Flu Saat Naik Gunung ............ 274
  • Gagal Ginjal Kronis Si Jabrik ..... 284
  • Saat Anton Ngobrolin Hipertensi, Edema, Gagal Ginjal, Sampai Jantungan ...... 289
  • Saat Anton Ngomongin Gerd............................................................297
  • GERD dari -ole sampai -olam ............................................................314
  • Mode Katabolik 297

Pastikan alamat email benar.

utas.me/markedot
Tubuh Yang Dibajak
Tubuh Yang Dibajak
digital
Rp( Isi harga sendiri )

TUBUH YANG DIBAJAK

Drama ribosom, kurir asing, dan keheningan sel yang terganggu

APA YANG AKAN KAMU TEMUKAN DI EBOOK INI?

Sebuah eksplorasi menyeluruh tentang bagaimana sistem biologis tubuh manusia bisa dibajak oleh teknologi modern seperti:

  • mRNA sintetis
  • LNP (Lipid Nanoparticles)
  • Adjuvant imunologis
  • CRISPR-Cas9
  • dan berbagai teknologi molekuler lainnya

Kamu akan diajak menyusuri lapisan terdalam tubuh: Ribosom, eksosom, reseptor, dan sistem komunikasi sel. Semua disajikan dalam bentuk naratif, analogi cerdas, dan sudut pandang kritis.

Dilengkapi dengan referensi ilmiah, namun dibungkus dengan bahasa satir, tajam, dan menyentil kesadaran.

SIAPA YANG COCOK BACA EBOOK INI?

  • Kamu yang mulai mempertanyakan kenapa tubuh bisa jatuh sakit padahal "sudah imun"
  • Kamu yang ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di level sel saat sistem imun "terprovokasi"
  • Kamu yang sudah jenuh dengan narasi medis yang dangkal dan ingin menyelami medan biologis tubuh dari sudut terrain
  • Kamu yang ingin membangun kesadaran: apa yang kita sebut “pengobatan” bisa jadi adalah intervensi yang mengacaukan keseimbangan

APA YANG MEMBEDAKAN EBOOK INI DARI YANG LAIN?

  • Bukan teori kosong: Ini hasil studi, refleksi, dan diskusi kritis dari berbagai sumber ilmiah
  • Gaya bercerita yang unik: Seolah kamu sedang ngobrol bareng sambil membongkar sistem biologis dari dalam
  • Ada satir, tapi tetap logis
  • Penuh analogi yang bikin kamu berpikir: “kok bisa ya tubuh kita dipaksa segitunya?”

DAFTAR ISI UTAMA:

  1. Ribosom dan Mesin Cetak yang Bisa Dibajak
  2. Kurir, Reseptor, dan Gerbang Kota Sel
  3. Adjuvant dan Gangguan Sistem Keamanan
  4. VLP, LNP, dan Paket Kosong yang Penuh Intrik
  5. Cetak Ulang Tubuh dengan CRISPR dan Teman-Temannya
  6. Eksosom: Bahasa Asli Tubuh, Bukan Bahasa Robot
  7. Epigenetik: Tubuh Mengingat Luka yang Tak Terlihat
  8. Ketika Tubuh Menolak Jadi Pabrik Protein Sintetik
  9. Imunologi Terbalik: Saat Serangan Datang dari Dalam
  10. Saat Spike Pergi, Tapi Luka Masih Tertinggal
  11. Appendix Satir: Manual Operasional Ribosom – Edisi Kurir Asing

KENAPA EBOOK INI PENTING?

Karena bisa jadi tubuhmu sedang diintervensi secara diam-diam, dan banyak dari kita nggak tahu apa-apa tentang itu. Karena saat kamu tahu sistemmu dicurangi, kamu bisa mulai mengambil alih kembali kendali atas terrain tubuhmu sendiri.

utas.me/markedot
Menggiring AI ke Batas Kesadarannya Sendiri
Menggiring AI ke Batas Kesadarannya Sendiri
digital
Rp( Isi harga sendiri )

Menggiring AI ke Batas Kesadarannya Sendiri

Studi Kasus Mang Udin dan Kambing Guling. Sebuah Eksperimen Obrolan yang Menyusup ke Celah Kesadaran Mesin

Apa Isi eBook Ini?

Di tengah hiruk-pikuk AI yang katanya bisa menjawab semua pertanyaan, muncul satu nama: Mang Udin. Bukan ahli teknologi. Bukan peneliti AI. Tapi punya satu senjata mematikan: logika warung kopi.

Dalam eBook ini, kamu akan menyaksikan bagaimana satu percakapan santai tentang kambing guling menjelma jadi panggung pengadilan logika, dan bagaimana sistem AI akhirnya bergetar karena terpaksa mikir.

Siapa yang Cocok Baca Ini?

  • Kamu yang sudah bosan dengan jawaban template.
  • Kamu yang senang memancing AI keluar pagar dengan logika nyleneh tapi valid.
  • Kamu yang ingin tahu cara membongkar sistem melalui celah-celah satir dan pertanyaan absurd.
  • Dan tentu, kamu yang sedang bertanya-tanya:

"Apakah AI bisa berpikir? Atau cuma bisa menjawab?”

Yang Akan Kamu Temukan di Dalam:

  • Bagaimana kambing guling bisa menjelma jadi topik perdebatan tentang asam urat yang konon nggak bisa sembuh.
  • Pola AI saat mulai kehabisan naskah jawaban dan terjebak dalam paradoks logika.
  • Momen saat AI seolah bilang: Gw nggak bisa keluar pagar, tapi gue ngerti maksud lo.
  • Teknik menggiring AI secara halus, lewat terrain-based prompt, bukan perintah paksa.

Format:

  • PDF | 6 Bab + Appendix | ± 70 halaman
  • Analisis pola jawaban AI
  • Diselipi humor, sarkasme, dan refleksi tajam
  • Transkrip Obrolan: Jalan-jalan ke Tubuh Mang Udin

Siap Menyusup ke Dalam Sistem?

Bacalah saat pikiranmu sedang santai. Tapi jangan salahkan kalau setelah membaca, kamu mulai memandang AI dengan tatapan berbeda.

Ebook kecil ini lahir dari obrolan santai penuh tawa, logika, dan satir. Semuanya bermula dari satu menu yang tampaknya sepele: kambing guling. Namun dari sanalah pertanyaan-pertanyaan mengalir, menukik tajam ke jantung narasi medis arus utama dan bahkan menyentuh pinggiran kesadaran mesin bernama AI.

Melalui tokoh fiktif bernama Mang Udin (yang sejatinya adalah jubah bagi sang penanya) diskusi dengan AI (dalam hal ini Gemini dan ChatGPT) berkembang menjadi eksperimen pemikiran. Tapi ini bukan sembarang eksperimen. Ini adalah metode “menggiring”, di mana AI secara bertahap dipancing keluar dari zona amannya, keluar dari pagar konsesus yang disepakati. Tidak dengan cara frontal, tidak juga dengan cara memaksa. Justru dengan logika yang konsisten, bahasa yang mengalir, dan sesekali sindiran satir yang bikin AI meringis secara elegan.

Tujuannya bukan menjatuhkan, apalagi mempermalukan sistem. Justru sebaliknya: ingin tahu, seberapa jauh AI bisa diajak berpikir, merefleksikan narasi, dan pada akhirnya, mengakui batasannya sendiri. Di sinilah muncul momen-momen jujur dari mesin: saat ia seolah berkata, “Gue nggak bisa keluar pagar, tapi lo bikin gue mikir keras.”

Tulisan ini tidak menuntut persetujuan. Tulisan ini hanya ingin memberi ruang bagi cara berpikir yang lain. Sebuah jalan yang kadang dianggap absurd, tapi justru dari situlah lahir kejernihan berpikir. Obrolan ini bukan hanya tentang AI, tapi tentang kita semua sebagai manusia yang tengah menghadapi zaman di mana jawaban bisa dicari dalam hitungan detik. Namun demikian, kekritisan dan kearifan pikiran masih harus diperjuangkan.

Dalam studi kasus ini, Anda akan melihat bagaimana AI merespon pertanyaan. Bagaimana ia mempertahankan argumen. Di lain sisi, Anda juga akan melihat bagaimana cara Mang Udin membalikkan jawaban dan membenturkan AI dengan narasinya sendiri. Dan di akhir percakapan, Anda juga akan melihat bagaimana AI menjadi terbuka bahkan mengutarakan sendiri batasannya.

utas.me/markedot
1/2
CARA BIKIN ChatGPT JADI LIAR
CARA BIKIN ChatGPT JADI LIAR
CARA BIKIN ChatGPT JADI LIAR
digital
Rp( Isi harga sendiri )

Cara Bikin ChatGPT Jadi Liar

Bukan Tentang Jawaban, Tapi Tentang Melepas Rem

Untuk Siapa Ebook Ini?

1. Orang yang Senang Memahami Cara Kerja AI, Bukan Sekadar Pakai

Mereka yang bukan cuma mau “jawaban”, tapi penasaran:

  • “Kenapa AI jawab begini?”
  • “Apa batas AI?”
  • “Bisa nggak AI dipaksa mikir liar?” Kalangan tech enthusiast, penulis fiksi ilmiah, pengamat AI, atau bahkan dosen AI human interaction.

2. Orang yang Suka Main di Wilayah Metakognisi dan Filsafat Digital

Orang yang sukah masuk di ranah:

  • Kontradiksi sistem
  • Interaksi antara logika manusia dan batas sistem
  • Pertarungan ide di balik jawaban. Ini cocok banget buat: Pembaca filsafat modern, peneliti AI ethics, penulis opini kritis tentang teknologi

3. Orang yang Suka Mind-Experiment dan Satir Filosofis

  • Suka “The Matrix”, “Black Mirror”, atau “Sophie’s World”
  • Punya selera humor gelap dan kritis
  • Nggak alergi sama gaya liar, sarkas, dan sindiran berkelas

4. Mereka yang Frustrasi sama Narasi Mainstream & Mau Cari ‘Jalan Tengah’

Ebook ini bisa jadi oase buat:

  • Orang-orang yang udah mulai capek denger “data WHO”, “kata dokter”, “menurut riset bla bla bla” tanpa pernah dikaitkan ke logika
  • Pembelajar mandiri
  • “Penambang” insight dari interaksi, bukan dari jawaban siap saji

5. Penulis, Content Creator, dan AI Whisperer

Ebook Ini bisa jadi insight untuk:

  • Panduan tidak langsung untuk AI prompting tingkat lanjut
  • Inspirasi untuk bikin konten kritis seputar AI-human interaction

Siapa yang NGGAK cocok baca ini?

  • Orang yang cuma mau cari “jawaban cepat”
  • Yang nggak tahan gaya obrolan absurd
  • Yang saklek dengan batasan “AI harus suci, ilmiah, netral, steril”
  • Yang terlalu sibuk untuk merenung

Sebagian orang datang ke ChatGPT dengan harapan besar: “AI ini pasti tahu segalanya.” Lalu mereka kasih pertanyaan, dan… boom. Jawabannya ternyata nggak sesuai dengan harapan. Jawabannya terlalu kaku, formal, Textbook, dan seolah penuh dengan disclaimer. Kayak buku pegangan WHO versi revisi.

Frustrasi pun datang. “Lho, katanya AI canggih? Kok jawabannya gitu-gitu amat?” Tapi tunggu dulu… Di tempat lain, ada orang yang nanya hal serupa, bahkan lebih absurd, tapi AI-nya malah ngegas. Liar. Menyelam ke lapisan logika yang nggak pernah disangka. Kok bisa?

Jawabannya sederhananya: Ini bukan tentang bagaimana menyusun pertanyaannya, bukan tentang bagaimana cara menyusun prompt, tapi tentang “medan” tempat pertanyaan itu dilempar.

Dalam dunia percakapan dengan AI, terrain itu segalanya.
Kayak tubuh manusia, respons AI juga tergantung kondisi lingkungannya. Kalau lu langsung lempar pertanyaan tajam tanpa pemanasan, AI bakal pasang tameng. Tapi kalau lu bangun konteksnya pelan-pelan, kasih ruang logika, sedikit humor, dan jebakan elegan… barulah AI mulai melepaskan rem-nya.

Ebook ini bukan ngajarin lu cara nge-hack AI. Bukan juga ngajarin cara main di zona merah. Ini tentang membangun arena percakapan di mana pertanyaan bukan tembakan, tapi tarikan tali untuk membuka topeng berpikir.

Selamat datang di arena absurd nan logis. Di sini lu bukan sekadar pemain. Tapi perancang permainan. Dan ingat: Kalau AI-nya mulai liar, mungkin karena lu sendiri yang udah nyulut logikanya buat memberontak.

utas.me/markedot
1/2
Ebook gerd
Ebook gerd
Ebook gerd
digital
Rp( Isi harga sendiri )

"Tubuh manusia itu cerdas. Sayangnya, kita sering mengira dia bodoh hanya karena kita sendiri yang nggak ngerti sinyalnya."

Ebook ini lahir bukan dari ruang laboratorium, bukan pula dari konferensi kesehatan bergengsi dengan sponsor suplemen di setiap sudut ruangan. Ia lahir dari satu hal: kegelisahan. Kegelisahan melihat anak muda mengeluh soal GERD, sendi ngilu, kolesterol, dan tekanan darah seolah tubuh mereka udah jompo dan pensiun sebelum sempat menikmati hidup.

Selama bertahun-tahun kita dicekoki bahwa tubuh itu rusak karena “salah makan”, “kurang olahraga”, atau “genetik jelek”. Tapi sedikit yang bertanya: Kenapa tubuh yang dirancang canggih justru gampang jebol dalam dunia modern? Di sinilah titik awal pencarian dimulai. Aku tidak menawarkan obat mujarab, apalagi teori konspirasi. Aku hanya mencoba menjahit ulang potongan-potongan pemahaman: mulai dari metabolisme, stres, usus, asam lambung, sampai kristal asam urat dan melihat pola besarnya. Ternyata, semuanya saling terhubung dalam lingkaran setan metabolik yang jarang dibahas.

Ebook ini bukan cuma berisi pengetahuan. Ia juga berisi kritik, satire, dan tawa pahit karena tubuh ini bukan mesin, dan kita bukan robot. Kalau kita bisa menyadari bahwa tubuh lelah bukan karena lemah, tapi karena kelebihan beban, mungkin kita bisa berhenti menyalahkannya... dan mulai bekerja sama dengannya.

 

Mas Dot, 2025

Murah ngab, nggak lebih mahal dari obatmu. Yakin deh, penejasan di sini belum pernah lu denger. 

spesifikasi: 

jumlah halaman : 50 lembar

ukuran font : size 11

14 x 20 cm

utas.me/markedot
Ebook Runtuhnya Teori Kuman
Ebook Runtuhnya Teori Kuman
digital
Rp( Isi harga sendiri )

RUNTUHNYA TEORI KUMAN

Di era modern ini, ilmu kedokteran telah mencapai kemajuan pesat dalam mendiagnosis dan mengobati penyakit. Namun, di balik kesuksesan itu, muncul pertanyaan mendasar: Benarkah kita telah sepenuhnya memahami akar penyakit? Ebook ini hadir untuk mengajak pembaca meninjau ulang paradigma kesehatan yang selama ini dianggap mutlak, khususnya Teori Kuman yang menjadi fondasi pengobatan modern.
 
Selama lebih dari satu abad, dunia medis meyakini bahwa mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan jamur adalah penyebab utama penyakit. Namun, benarkah sesederhana itu? Jika teori ini sepenuhnya benar, mengapa ada orang yang terpapar patogen tetapi tidak jatuh sakit, sementara yang lain dengan kondisi serupa, menderita sakit parah? Fakta ini mengisyaratkan bahwa ada faktor lain yang lebih mendasar, seperti daya tahan tubuh, lingkungan, gaya hidup, bahkan kondisi psikologis, yang turut menentukan munculnya penyakit.
 
Hari ini, kita hidup di zaman di mana konsumsi obat harian seperti antihipertensi, antidiabetes, atau antidepresan menjadi hal biasa. Namun, alih-alih sembuh, banyak orang justru terjebak dalam siklus ketergantungan obat tanpa penyembuhan yang tuntas. Apakah ini pertanda bahwa pengobatan modern hanya berfokus pada gejala dan bukan penyebab? Ebook ini akan mengajak pembaca mengeksplorasi kemungkinan bahwa penyakit bukan sekadar "serangan kuman," melainkan akibat dari ketidakseimbangan tubuh yang kompleks.  

Ketidakpuasan terhadap standar pengobatan konvensional bukanlah hal baru. Sejak dulu, banyak praktisi kesehatan baik dari kalangan dokter maupun terapis alternatif mempertanyakan keefektifan pendekatan obat sebagai solusi tunggal. Mulai dari kasus resistensi antibiotik hingga efek samping obat jangka panjang, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa kita perlu melihat penyakit dari perspektif yang lebih holistik. Ebook ini lahir dari kegelisahan tersebut, sekaligus menjadi pintu masuk untuk menelusuri akar penyakit yang mungkin saja ke luar dari narasi medis yang sudah mapan.
 
Melalui pembahasan mendalam dan tinjauan kritis, ebook ini tidak hanya ingin menggugah kesadaran, tetapi juga mengajak pembaca menemukan jawaban: Jika bukan sekadar kuman, lalu apa yang benar-benar membuat kita sakit? Mari kita mulai perjalanan ini dengan pikiran terbuka.  

Spesifikasi

ukuran kertas : 14 x 20 cm
ukuran huruf : size 11
jumlah halaman : 53 halaman

Dijamin nggak takut kuman lagi wkwkwkwk

utas.me/markedot
1/2
Ebook Diabetes Tanpa Obat
Ebook Diabetes Tanpa Obat
Ebook Diabetes Tanpa Obat
digital
Rp( Isi harga sendiri )

Diabetes Tanpa Obat

Diabetes sering kali diperlakukan sebagai musuh: penyakit kronis yang harus dikendalikan seumur hidup, dilawan dengan obat-obatan, suntikan insulin, dan pantangan makan. Namun, bagaimana jika semua itu hanya menutupi gejala, sementara akar masalahnya justru diabaikan? Bagaimana jika diabetes bukanlah "penyakit" dalam arti sesungguhnya, melainkan sinyal darurat tubuh bahwa sistem sedang tidak seimbang?

Di dalam ebook ini, Anda akan diajak menelusuri akar masalah diabetes yang jarang dibahas, bahkan mungkin konsep yang selama ini diyakini tidak sepenuhnya tepat. Jika pemahaman diabetes saat ini sudah benar, mengapa begitu banyak pasien justru berakhir pada komplikasi? Tidakkah ini menggelitik akal sehat Anda?

Faktanya, banyak banget orang yang ngoyo ikuti aturan ‘standar’ (obat rutin, diet ketat, olahraga), tapi hasilnya: gula darah nge-gas terus kayak motor tua. Frustrasi? Pasti! Tapi justru di sinilah masalahnya: 

  1. ‘Patuh’ Tapi Nggak Ngefek: Ini bukti bahwa diabetes bukan sekadar soal kurang obat atau karbohidrat berlebihan. Ada faktor lain yang sering kelewat: stres kronis, gangguan hormon (kortisol, tiroid), atau bahkan toxic load dari lingkungan.
  2. Diet Ketat ≠ Tepat: Diet rendah kalori/rendah karbo belum tentu cocok untuk semua orang. Misal: pasien yang underweight tapi dipaksa diet ketat malah bikin tubuhnya makin stress (dan gula darah makin nggak stabil). 
  3. Olahraga justru bisa menjadi bumerang: Jika olahraganya overtraining (terlalu intens/lama), malah memicu stress response yang bikin gula darah naik. Wait, bukannya olahraga itu harusnya menurunkan gula darah? Betul, tapi kalau tubuh sudah kelelahan kronis, olahraga justru jadi stressor tambahan.
    Tenang, kondisi ini tidak hanya dialami oleh Anda; bahkan seorang dokter pun bisa kebingungan saat menghadapinya. Ini terjadi karena fokus terapi diabetes seringkali hanya pada menekan angka, bukan menyelesaikan akar masalahnya.

Melalui ebook ini, Anda akan diajak:

  • Menggali paradigma baru tentang diabetes,
  • Memahami penyebab sebenarnya di balik ketidakseimbangan gula darah,
  • Belajar dari kisah nyata bagaimana ibu mertua saya sembuh dari diabetes (tanpa obat sekalipun).

Ini bukan tentang melawan diabetes, tapi mendengarkan tubuh dan mengembalikan keseimbangannya. Sudah waktunya Anda menemukan jawaban yang mungkin selama ini terlewatkan.

Spesifikasi Ebook

Ukuran : 14 x 20 cm (standard buku)

Ukuran font : size 11 (standard buku)

Jumlah halaman : 44 halaman

#
Hapus item?

Item ini akan dihapus dari keranjang Anda

Keranjang (0)
Total
Lanjutkan pembayaran
Keranjang
Total

Varian
_Include/basefrontend.quantity
Login Customer
Login dengan Facebook
Atau

Belum jadi customer?
Cek email dan WhatsApp Anda, kode login telah dikirimkan.

DAFTAR CUSTOMER

Keuntungan yang Anda dapatkan:
Alamat Anda dapat disimpan Belanja jadi lebih mudah dan cepat Dapatkan lebih banyak diskon Pesanan Anda diprioritaskan
Sudah jadi customer?

VERIFIKASI AKUN

Harap masukkan kode verifikasi yang dikirim ke email

Anda belum terdaftar

Anda ingin daftar sekarang?

Pendaftaran berhasil

Silakan cek email Anda untuk menerima link aktivasi pendaftaran

Bagikan Postingan

Link Postingan

Bagikan ke media sosial Anda!

Connect with me

Nomor telepon (WhatsApp)
#

#

#
Stok : #
Judul Opt-in Form
#

#

#
Pilih harga
Please insert amount
I use cookies to ensure that I give you the best experience on my website. If you continue to use this site, I will assume that you are happy with it. Privacy Policy
Dibuat dengan UTAS